Abstract
Digitalisasi UMKM kuliner rumahan masih terhambat oleh proses penjualan yang terfragmentasi antara kanal promosi informal, perhitungan manual, dan pencatatan berbasis kertas. Kajian terhadap sistem penjualan berbasis Laravel terdahulu menunjukkan sebagian besar berhenti pada modul katalog dan pemesanan, sedangkan verifikasi pembayaran beban administratif terbesar pada UMKM yang bertumpu pada transfer bank manual masih ditangani di luar sistem. Celah inilah yang diangkat penelitian ini. Penelitian bertujuan merancang, membangun, dan mengevaluasi aplikasi penjualan dan manajemen toko berbasis web pada UMKM Maria Kue menggunakan Framework Laravel dengan arsitektur Model-View-Controller (MVC). Pengembangan menggunakan model Prototyping melalui lima iterasi terdokumentasi yang masing-masing memiliki tujuan, kriteria evaluasi, umpan balik, dan perubahan sistem tercatat sehingga proses penelitian dapat direplikasi. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi rekonsiliasi pembayaran transfer bank berbasis webhook Moota ke dalam siklus status pesanan sebagai alternatif berbiaya rendah terhadap payment gateway komersial, disertai pemodelan keterlacakan dari kebutuhan pengguna hingga artefak implementasi. Pengujian dilakukan melalui Black Box Testing atas 12 skenario positif dan negatif serta User Acceptance Test (UAT) dengan kuesioner Likert 1–5 sebanyak 15 butir pada dimensi Usability, Information Quality, dan System Quality. Seluruh skenario fungsional berstatus valid, dan UAT terhadap 10 responden memperoleh skor 692 dari 750 atau 92,27% (rerata 69,20; simpangan baku 1,32; koefisien variasi 1,90%). Sempitnya sebaran skor menunjukkan penerimaan yang konsisten antarperan pengguna, bukan sekadar nilai agregat yang tinggi. Secara praktis sistem memadatkan alur manual enam langkah menjadi satu alur terpusat; secara metodologis penelitian menyediakan kerangka pelaporan iterasi Prototyping yang dapat diadopsi pada pengembangan sistem informasi UMKM lain.