Abstract
Pengelolaan data pada bengkel motor skala kecil di Kabupaten Bogor masih dilakukan secara manual melalui buku catatan, sehingga menimbulkan kesalahan pencatatan, kesulitan penelusuran riwayat servis, ketidaksesuaian stok suku cadang, serta lambatnya penyusunan laporan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem informasi manajemen bengkel motor berbasis web bernama Home Garage yang mengelola data operasional secara terintegrasi dan menghasilkan laporan secara otomatis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal pada satu bengkel motor. Informan dipilih secara purposif dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Kelemahan sistem berjalan diidentifikasi menggunakan kerangka PIECES dan diturunkan menjadi sembilan kebutuhan fungsional, dimodelkan dengan Unified Modeling Language, lalu dikembangkan menggunakan metode Waterfall dengan PHP Native dan basis data MySQL. Pengujian dilakukan menggunakan Black Box Testing dengan teknik equivalence partitioning dan boundary value analysis terhadap 32 kasus uji yang terdiri atas 23 skenario positif dan 9 skenario negatif, termasuk kondisi stok tidak mencukupi, kuantitas tidak valid, pembatalan transaksi, dan kegagalan penyimpanan. Seluruh kasus uji berperilaku sesuai spesifikasi dan konsistensi antara data servis, data detail servis, dan stok suku cadang tetap terjaga. Kontribusi penelitian terletak pada penempatan relasi servis–detail servis–suku cadang sebagai inti rancangan basis data sehingga pemutakhiran stok menjadi konsekuensi otomatis dari pencatatan servis, bukan pekerjaan pencatatan terpisah. Penelitian ini membuktikan kebenaran fungsional sistem, bukan besaran peningkatan efisiensi: waktu proses, kegunaan, penerimaan pengguna, keamanan, dan kinerja belum diukur, dan temuan bersifat spesifik pada kasus yang diteliti sehingga tidak digeneralisasi ke seluruh bengkel motor.