1. Home
  2. › Article

Evolusi Protokol HTTP pada Layanan Web Modern: Kajian Komparatif HTTP/1.1, HTTP/2, dan HTTP/3 (QUIC)

Vol. 4 No. 1 (2026): komets

Ade Frihadi (1) , Silviana Windasari (2) , Abdurohman Abdurohman (3) , Mardiyan Dama (4)

Keywords: Hypertext Transfer Protocol , Http/2 , Http/3 , Quic

Abstract

Hypertext Transfer Protocol (HTTP) merupakan protokol komunikasi pada lapisan aplikasi yang menjadi fondasi pertukaran informasi di World Wide Web. Peningkatan kompleksitas layanan web mendorong evolusi HTTP dari HTTP/1.1 menuju HTTP/2 dan HTTP/3 untuk mendukung komunikasi data yang lebih cepat, efisien, dan aman. Artikel ini bertujuan mengkaji perkembangan ketiga versi HTTP berdasarkan protokol transport, mekanisme multiplexing, keamanan, latensi, dan respons terhadap packet loss. Penelitian menggunakan metode literature review dengan menganalisis dokumen standar Internet Engineering Task Force (IETF), buku referensi jaringan komputer, dokumentasi teknis, dan hasil penelitian terdahulu mengenai HTTP dan QUIC. Hasil kajian menunjukkan bahwa HTTP/1.1 berbasis Transmission Control Protocol (TCP) memiliki kompatibilitas yang luas, tetapi kurang efisien dalam menangani beberapa permintaan secara bersamaan. HTTP/2 tetap menggunakan TCP, tetapi meningkatkan efisiensi transmisi melalui multiplexing dan kompresi header; namun, packet loss pada lapisan transport masih dapat menyebabkan Head-of-Line Blocking yang memengaruhi seluruh aliran dalam satu koneksi. Sementara itu, berdasarkan penelitian terdahulu yang dikaji, HTTP/3 menggunakan QUIC berbasis User Datagram Protocol (UDP), mengintegrasikan Transport Layer Security (TLS) 1.3, mendukung multiplexing independen antaraliran, serta berpotensi mempercepat pembentukan koneksi dan membatasi dampak packet loss pada aliran data lainnya. Dengan demikian, HTTP/3 menawarkan keunggulan arsitektural dalam mendukung layanan web modern, khususnya pada jaringan dengan latensi dan packet loss yang tinggi. Meskipun demikian, efektivitas dan tingkat adopsinya tetap dipengaruhi oleh kondisi jaringan, kesiapan infrastruktur, konfigurasi sistem, dan dukungan perangkat lunak.

References